Kisah Ujian SMA di Aceh Timur: Nanjak Bukit 1 Km Demi Cari Sinyal

Kisah Ujian SMA di Aceh Timur: Nanjak Bukit 1 Km Demi Cari Sinyal – Aceh Timur – Di tengah kemajuan teknologi digital, masih ada siswa yang harus berjuang ekstra untuk mengakses internet. Puluhan siswa di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, harus menempuh perjalanan ekstrem. Mereka mendaki bukit sejauh 1 kilometer hanya untuk mencari sinyal. Tujuannya satu: mengerjakan ujian sekolah secara daring.

Baca Juga: Apakah Sekolah Rakyat Bisa Atasi Masalah Pendidikan Indonesia?

Sekolah di Ketinggian, Sinyal di Puncak Bukit

Sekolah Menengah Atas (SMA) di kawasan pegunungan Aceh Timur memang berada di lokasi terpencil. Jaringan telekomunikasi tidak menjangkau area sekolah. Siswa pun tidak bisa mengakses internet dari rumah atau ruang kelas. Satu-satunya cara adalah mendaki bukit terdekat yang memiliki akses sinyal meskipun sangat terbatas.

Seorang siswi mengaku sudah dua pekan terakhir menjalani rutinitas berat ini. Setiap pagi, ia berjalan kaki sekitar 30 menit menuju puncak bukit. Di sana ia membuka laptop dan mengerjakan ujian sekolah. “Lumayan lah, demi masa depan,” ujarnya dengan napas tersengal.

Solusi Swadaya di Tengah Keterbatasan

Para siswa dan guru berinisiatif mencari titik tertinggi di sekitar sekolah. Mereka menemukan satu lokasi dengan sinyal cukup stabil meski kecepatannya lambat. Guru pun mengizinkan ujian dilakukan secara “kelompok bukit” dengan pengawasan langsung di lapangan.

Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun saat Asesmen Nasional dan ujian sekolah berbasis komputer dimulai, masalah sinyal menjadi kian krusial.

Pemerintah Terus Berbenah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merespons keluhan ini. Mereka berkomitmen memperluas akses internet ke daerah 3T. Program “Sekolah Digital” dan penyediaan jaringan satelit bagi sekolah terisolasi sedang dalam tahap uji coba.

Selain itu, sejak tahun 2026, ujian sekolah tidak lagi wajib seragam berbasis komputer. Sekolah di lokasi blank spot dapat memilih ujian offline asalkan terverifikasi dinas pendidikan setempat.

Bukan Harga Mati, Harus Diperjuangkan

Meski melelahkan, semangat siswa-siswi Aceh Timur patut diacungi jempol. Mereka membuktikan bahwa pendidikan layak diperjuangkan dengan cara apa pun. Kisah ini menjadi pelecut bagi pemangku kebijakan untuk segera memeratakan akses digital hingga ke pelosok negeri. Bukan hanya demi kelancaran ujian, tetapi untuk menjamin hak pendidikan tanpa diskriminasi.

Kisah ini merupakan adaptasi dari berbagai laporan serupa yang terjadi di wilayah timur Indonesia pada tahun 2026.

Tinggalkan komentar