Mendikdasmen Soroti Guru yang Masih Bersikap Judgemental terhadap Murid, Beri Peringatan Soal Cara Mendidik – Mendikdasmen Ingatkan Guru agar Tidak Mudah Menghakimi Murid
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyoroti masih adanya sebagian tenaga pendidik yang dinilai memiliki sikap terlalu cepat menghakimi atau judgemental terhadap murid dalam proses belajar mengajar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembahasan mengenai budaya sekolah yang aman dan nyaman, sekaligus menjadi pengingat bahwa pendekatan pendidikan tidak hanya berfokus pada disiplin semata, tetapi juga pada pemahaman terhadap kondisi peserta didik.
Menurut Mendikdasmen, masih terdapat situasi di mana guru langsung memberikan penilaian terhadap perilaku murid tanpa lebih dulu memahami alasan yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki kondisi dan latar belakang yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan seharusnya lebih manusiawi dan penuh empati.
Pernyataan tersebut kembali memunculkan diskusi mengenai pola pendidikan di sekolah, hubungan antara guru dan murid, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang sehat bagi perkembangan anak.
Mendikdasmen Soroti Sebagian Guru Masih Judgemental Murid
Dalam penjelasannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa sebagian guru masih memiliki kecenderungan memberi penilaian negatif secara cepat terhadap murid. Ia mencontohkan situasi sederhana yang sering terjadi di sekolah.
Ketika seorang murid datang terlambat, misalnya, guru terkadang langsung memberikan hukuman tanpa lebih dulu menanyakan alasan keterlambatan tersebut. Padahal menurutnya, di balik tindakan seorang anak bisa saja terdapat persoalan yang tidak terlihat secara langsung.
Hal serupa juga disampaikan terkait murid yang tertidur saat pelajaran berlangsung.
Beberapa kemungkinan yang disebutkan antara lain:
- Murid membantu orang tua bekerja
- Kondisi kesehatan yang kurang baik
- Kekurangan gizi
- Faktor keluarga
- Beban aktivitas yang berlebihan
Karena itu, guru diminta untuk tidak hanya melihat perilaku yang tampak di permukaan.
Peringatan Mendikdasmen: Pendidikan Harus Memanusiakan Murid
Mendikdasmen menegaskan bahwa proses pendidikan seharusnya tidak sekadar berorientasi pada hukuman atau penilaian semata. Pendekatan yang digunakan perlu mempertimbangkan sisi kemanusiaan dan perkembangan karakter anak.
Ia mengingatkan bahwa guru memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk pola pikir dan perkembangan psikologis murid.
Beberapa pesan penting yang ditekankan antara lain:
Memahami kondisi anak secara menyeluruh
Guru tidak hanya berperan menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami kondisi sosial dan psikologis murid.
Menghindari pelabelan negatif
Label seperti “malas”, “nakal”, atau “tidak disiplin” dinilai dapat memengaruhi perkembangan mental anak.
Membangun komunikasi lebih baik
Komunikasi yang baik antara guru dan murid dapat membantu mengidentifikasi masalah lebih awal.
Mendorong lingkungan belajar yang aman
Lingkungan sekolah perlu memberikan rasa aman secara fisik maupun psikologis.
Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 Jadi Acuan Baru
Sebagai bagian dari langkah perbaikan, Kemendikdasmen merilis aturan mengenai budaya sekolah aman dan nyaman melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Regulasi ini bertujuan memperkuat pendekatan pendidikan yang lebih humanis.
Kebijakan tersebut tidak hanya mengatur hubungan guru dengan murid, tetapi juga mencakup:
- Hubungan sekolah dengan orang tua
- Komunikasi antarwarga sekolah
- Interaksi dengan masyarakat
- Penguatan karakter peserta didik
Pendekatan yang diterapkan menekankan pentingnya memuliakan murid sesuai kondisi masing-masing.
Mendikdasmen Juga Soroti Hukuman Fisik di Sekolah
Selain menyinggung sikap judgemental, Mendikdasmen juga mengingatkan soal penggunaan hukuman fisik dalam proses pendidikan.
Menurutnya, pola pendidikan lama yang menganggap hukuman fisik sebagai bagian dari mendidik berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan anak. Bahkan, pendekatan tersebut dapat menjadi awal terbentuknya budaya kekerasan dalam lingkungan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak seharusnya mengajarkan rasa takut, tetapi membangun karakter, pola pikir, dan perilaku positif.
Mengapa Sikap Guru Sangat Berpengaruh terhadap Murid?
Guru merupakan salah satu figur yang memiliki interaksi intensif dengan anak selama masa perkembangan.
Cara guru memperlakukan murid dapat memengaruhi berbagai aspek seperti:
Kepercayaan diri siswa
Murid yang terus-menerus mendapatkan penilaian negatif dapat mengalami penurunan rasa percaya diri.
Motivasi belajar
Pendekatan yang terlalu keras atau menghakimi dapat mengurangi semangat belajar.
Kondisi psikologis
Lingkungan belajar yang tidak nyaman berpotensi memengaruhi kesehatan mental anak.
Kemampuan sosial
Hubungan yang sehat antara guru dan murid membantu anak berkembang lebih baik.
Tantangan Dunia Pendidikan Saat Ini
Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya.
Guru tidak hanya menghadapi persoalan akademik, tetapi juga:
- Perubahan perilaku generasi digital
- Pengaruh media sosial
- Tekanan sosial di lingkungan sekolah
- Persoalan keluarga murid
- Kasus perundungan
Mendikdasmen sebelumnya juga menyoroti masih adanya kasus perundungan di sekolah yang memerlukan perhatian serius.
Karena itu, pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman dipandang menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Kesimpulan
Sorotan Mendikdasmen mengenai masih adanya guru yang bersikap judgemental terhadap murid menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya soal disiplin dan nilai akademik. Guru perlu memahami bahwa setiap anak memiliki latar belakang dan kondisi yang berbeda.
Melalui pendekatan yang lebih humanis serta penerapan budaya sekolah aman dan nyaman, diharapkan hubungan antara guru dan murid dapat menjadi lebih sehat dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Pendidikan pada akhirnya bukan sekadar mengajar, tetapi juga memahami dan membimbing proses tumbuh kembang anak.
