Pesan Rektor UI di Hardiknas 2026: Pendidikan Harus Inklusif untuk Semua

Pesan Rektor UI di Hardiknas 2026: Pendidikan Harus Inklusif untuk Semua – Depok – Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di Balai Sidang UI, Depok, pada Sabtu (23/5/2026), Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU, menyampaikan pidato yang menggetarkan. Ia menyerukan agar pendidikan di Indonesia harus bergerak menuju sistem yang inklusif, fleksibel, dan tidak diskriminatif.

Baca Juga: SE Mendikdasmen Tuai Polemik, Bagaimana Nasib Guru Honorer yang Belum Ada di Dapodik

Kampus Harus Buka Diri untuk Semua Kalangan

Heri menegaskan bahwa UI memiliki tanggung jawab moral untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali. Menurutnya, pendidikan tinggi bukan hanya untuk mereka yang secara ekonomi mampu, tetapi juga untuk anak-anak berbakat dari keluarga kurang mampu serta mereka yang berkebutuhan khusus.

“Saya sangat optimis UI bisa menjadi kampus untuk semua kalangan, inklusif, tidak diskriminatif, dan fleksibel. Karena filosofi kampus adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan menyeleksi yang pintar saja. Tugas kita membuka pintu selebar-lebarnya agar mereka yang memiliki tekad dan semangat bisa menjadi generasi unggul,” ujar Heri di hadapan ribuan sivitas akademika.

Pesan ini menjadi sangat relevan mengingat data BPS menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi masih didominasi oleh kelompok ekonomi menengah ke atas.

UI Perluas Kuota Mahasiswa Kurang Mampu

Sebagai bentuk komitmen nyata, UI terus memperluas akses bagi mahasiswa kurang mampu. Heri menyampaikan bahwa UI telah secara signifikan menaikkan kuota penerimaan mahasiswa dari jalur afirmasi dan beasiswa.

“Kami di UI terus meningkatkan jumlah mahasiswa yang masuk lewat jalur afirmasi, memberikan beasiswa bagi mereka yang tidak mampu, serta memastikan setiap anak berkebutuhan khusus mendapatkan akses pendidikan yang bermutu, termasuk melalui penyediaan teknologi pendukung seperti perangkat bacaan braille dan fasilitas ramah difabel,” paparnya.

Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi yang hingga tahun 2025 masih berada di angka 34,21 persen.

UI Siapkan Sekolah Brave (Braille & Vision)

Salah satu gebrakan paling berani yang disampaikan Heri dalam pidatonya adalah rencana UI untuk mendirikan Sekolah Brave (Braille & Vision). Sekolah ini akan dirancang khusus bagi mahasiswa penyandang disabilitas netra.

“Kita di UI harus menyiapkan fasilitas yang memadai bagi mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan. Sekolah Brave akan menjadi bukti bahwa UI tidak hanya berbicara soal inklusivitas, tetapi juga menghadirkan ruang belajar nyata bagi mereka yang seringkali terpinggirkan,” tegas Heri.

Rencana ini disambut antusias oleh para aktivis disabilitas yang hadir dalam upacara Hardiknas.

Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat

Heri juga memberikan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat, inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Saya melihat program Sekolah Rakyat sebagai terobosan yang sangat mulia. Ini adalah cara negara hadir untuk menjemput mimpi-mimpi anak bangsa yang selama ini terhalang tembok ekonomi. UI siap berkolaborasi dalam program ini, baik dalam penyusunan kurikulum, pengabdian masyarakat, maupun pemberian beasiswa bagi lulusan terbaik Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi,” ujarnya .

Dukungan ini menjadi sinergi penting antara pendidikan tinggi dengan program prioritas nasional.

Generasi Muda: Penerus Perjuangan Bangsa

Dalam sambutannya, Heri juga mengingatkan para mahasiswa dan generasi muda tentang tanggung jawab besar yang mereka emban. Indonesia memiliki bonus demografi yang hanya akan terjadi satu kali dalam sejarah bangsa ini.

“Kalian adalah penerus perjuangan bangsa. Jangan hanya sibuk dengan nilai dan ijazah, tetapi beranilah berpikir kritis, menciptakan solusi, dan turun ke masyarakat. Kemajuan Indonesia ada di pundak kalian,” pesan Heri.

KIP Kuliah dan Target Nasional

Di tingkat nasional, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah terus digenjot. Pemerintah menargetkan pada tahun 2026 sebanyak 1,2 juta mahasiswa kurang mampu dapat menerima manfaat KIP Kuliah . Ini merupakan salah satu instrumen utama pemerintah untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat tidak mampu.

Program beasiswa LPDP juga terus diperkuat, dengan target mendukung 100.000 putra-putri terbaik Indonesia untuk studi lanjut di dalam dan luar negeri dalam lima tahun ke depan.

Pentingnya Kolaborasi Semua Pihak

Pesan inklusivitas yang disampaikan Rektor UI ini tidak hanya menjadi seruan internal kampus, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh institusi pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang inklusif tidak akan terwujud tanpa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat.

Pendidikan harus menjadi alat pemersatu, bukan pemisah. Ia harus mampu menjangkau semua anak bangsa, di manapun mereka berada, apapun latar belakang ekonomi mereka, dan bagaimanapun kondisi fisik mereka.


Kesimpulan: Rektor UI Prof. Heri Hermansyah dalam pidato Hardiknas 2026 menegaskan bahwa pendidikan harus inklusif dan tidak diskriminatif. UI akan memperluas kuota jalur afirmasi dan beasiswa, serta menyiapkan Sekolah Brave bagi mahasiswa tunanetra. UI juga mendukung penuh program Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Tinggalkan komentar

Exit mobile version